Semua bermula dari ketidaksengajaan, ketika tokoh utama dalam novel ini tengah membetulkan jam tangannya di Al-Mahdi, ia mencoba membunuh rasa bosan dengan melihat pernak-pernik di ruang etalase kedua sisi jalan. Di saat itulah, untuk pertama kali ia menemukan kafe kecil yang berada di ujung jalan raya, kafe yang kemudian akan dikunjunginya hampir setiap hari, Kafe Karnak. Di kafe itu, ia menemukan sebuah hal ganjil yang menarik perhatiannya, satu hal yang dengan cepat menjadikan kafe ini sebagai tempat favaorit menghabiskan waktu luang yang…
Puisi-puisi ini saya tulis sebagai kado, penghargaan, permohonan maaf dan rasa terima kasih, serta permintaan tolong kepada mereka yang memliki tempat khusus di dalam hidup saya. Meraka, yang dalam istilah Gie, pernah baik, pernah mesra dan simpati pada saya. Terakhir, meminjam istilah Virgiawan Listanto, semoga damai kami sepanjang hari .
Social Plugin